Sistematika Penulisan Karya Tulis ilmiah

Karya Tulis Ilmiah – Bagi anak kuliah atau SMA yang mereka sering berkecimpung dalam bidang ilmiah tidak asing dengan KTI. Karya Tulis Ilmiah atau  KTI sendiri merupakan kegiatan yang sering diadakan oleh instansi pendidikan seperti Kampus, Instansi Pemerintah, maupun event. Disamping itu karya tulis ilmiah juga dapat disebut sebagai skripsi, thesis, publikasi, dan berbagai contoh lainnya.

Manurut Pateda (1993). Karya Tulis Ilmiah merupakan hasil pemikiran ilmiah tentang displin ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, benar, logis, utuh, bertanggung jawab, serta menggunakan bahasa yang benar. Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwasanya Karya Tulis Ilmiah adalah hasil dari pemikiran ilmiah dari berbagai bidang ilmu tertentu. Disertai fakta dan data yang tersusun secara sistematis, logis, utuh, serta bertanggung jawab.

Namun, dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah memiliki kaidah, struktur, dan sitematika penulisan yang perlu diperhatikan. Sehingga, dalam melakukan penulisan KTI tidak melakukan kesalahan yang beraktibat hasil KTI anda dinilai tidak memenuhi standar dalam penulisan KTI dalam setiap aja event Karya Tulis Ilmiah.

Struktur Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah
Karya tulis ilmiah (pixabay.com)

Dalam pembuatan karya tulis ilmiah yang logis, valid, baku, ilmiah, dan memenuhi kaidah penulisan karya tulis ilmiah. terdapat struktur yang menjadi poin penting dalam pembuatakn karya tulis ilmiah ini. Dalam pengerjaannya terdapat 3 bagian penting yang KTI perlu dibuat. Dimana, 3 bagian penting tersebut adalah: Bagian Pendahuluan, Bagian inti, dan Bagian Penutup.

  • Bagian Pendahuluan

    Pada bagian pendahuluan berisikan informasi terkait karya ilmiah yang dilakukan. Ada banyak poin penting yang dipaparkan dalan pendahuluan. Yaitu, Latar belakang masalah yang menceritakan kenapa penelitian itu diambil sebagai judul utama dalam KTI tersebut. Menceritakan latar belakang masalah yang diambil menjadi poin penting. Sehingga, dalam pengambilan solusi dalam pelitian tersebut terarah.Selain itu terdapat tujuan dari permasalahan yang dilakukan yang umumnya berupa solusi terkait permasalahan yang diangkat dalam karya ilmiah tersebut. Dengan adanya tujuan tersebut artinya KTI tersebut. Terdapat batasan yang harus dikerjakan yang menjaganya tidak keluar dari inti utama dalam penelitian yang dilakukan.

    Intinya dalam bagian pendahuluan karya tulis ilmiah memaparkan terkait penelitian yang akan dilakukan. Seperti latar belakang, alasan memilih topik, uraian singkat terkait masalah yang diambil, pembahasan terkait ruang lingkup, dan solusi yang diberikan.

  • Bagian Inti Pembahasan

     

    Kaidah Karya Tulis Ilmiah (pixabay.com)

    Dalam bagian inti ini dalam penelitian karya tulis ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan dengan mengambil studi kasus pada bagian pendahuluan. Dalam bagian inti pembahasan dalam karya tulis ilmiah diuraikan terkait landasan teori yang mendukung penelitian yang dilakukan.

    Pengambilan landasan teori ini bisa dari perkataan para ahli yang melakukan bidang studi yang terkait dengan studi penelitian yang dilakukan. Bahkan, bisa membuat landasan teori baru jika benar-benar studi penelitian dalan karya tulis ilmiah merupakan studi yang unik dan menarik.

    Kemudian, pada bagian inti dari penulisan karya tulis ilmiah ini memberikan pokok-pokok yang diambil dalam melakukan penelitian. Apakah penelitian ini menggunakan rumus khusus atau berupa kuesioner studi lapangan perlu dipaparkan dengan jelas. Sehingga, data yang akan ditampilkan dalam studi penelitian ini jelas dan gamblang.

  • Bagian Penutup

    Pada bagian penutup ini memaparkan kesimpulan akhir dari penelitian karya tulis ilmiah yang dilakukan. Apakah penelitian yang dilakukan mampu memberi solusi terhadap permasalahan yang diangkat ataukah sebagai batu loncatan awal untuk penelitian lanjutan pun harus dipaparkan.

    Lalu, disamping memaparkan n kesimpulan yang didapatkan. Pada bagian ini juga perlu memberikan penjelasan terkait saran dan harapan kedepannya untuk karya tulis ilmiah tersebut. Agar dapat menjadi landasan teori berikutnya saat membuat karya tulis ilmiah yang mengangkat tema yang sama walu dengan tempat yang berbeda.

Struktur KTI
Struktur KTI (pixabay.com)

Sehingga, dalam sistematika atau struktur karya tulis ilmiah yang dibuat jika dipaparkan secara vertikal sebagai berikut:

JUDUL
ABSTRAK
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR IS
BAB I. PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang Masalah
    2. Perumusan Masalah
    3. Tujuan dan Manfaat Penulisan

BAB II. LANDASAN TEORI

    1. Kajian Teoretis
    2. Kerangka Berpikir
    3. Metodologi Penulisan

BAB III. PEMBAHASAN

    1. Deskripsi Kasus
    2. Analisis Kasus

BAB IV. KESIMPULAN

    1. Kesimpulan
    2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Kaidah Karya tulis Ilmiah

kaidah karya tulis ilmiah
kaidah karya tulis ilmiah (pixabat.com)

Dalam penilisan karya tulis ilmiah memiliki 2 kaidah yang perlu diperhatikan. Dimana, Kaidah bersifat umum dan kaidah bersifat khusus.

Kaidah umum ialah terkait penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik dari ejaan, penulisan yang berlaku secara umum. Sedangkan, kaidah secara khusus merupakan kaidah terkait teknis penulisan yang telah disepakati bersama yang berlaku dilingkungan tersebut. Sehingga, penerapan kaidah tersebut harusalah diterapkan dengan konsisten dan taat dalam melakukan penulisan karya tulis ilmiah.

Dalam karya tulis ilmiah haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai tuntunan dalam kaidah penggunaan bahasa Indonesia dalam penulisan. Ragam baku penulisan ilmiah memilih kata dan kalimat yang baku, frase, klausa, kalimat baku, susunan wacana, dan ejaan yang benar.

Kaidah umum penulisan karya tulis ilmiah

Dalam pengaplikasiannya kaidah umum bahasa Indonesia dalam penulisan telah diatur oleh pemerintah, sebagai berikut :

  1. Penggunaan ejaan yang disempurnakan (EYD) berdasarkan Permendiknas No. 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
  2. Menggunakan tata istilah ditetapkan berdasarkan Permendiknas No. 146/U/2004 tentang Pedoman Pembentukan Istilah.
  3. Penggunaan penataan kalimat baku merujuk pada buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
  4. Pemilihan kata baku dalam penulisan merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV.

Kaidah khusus penulisan karya tulis ilmiah

Sistematika karya tulis
Sistematika karya tulis (pixabay.com)

Kaidah khusus dalam penulisan karya tulis ilmiah  diantaranya :

1. Penomoran

Dalam memberikan penomoran dalam judul dan sub judul dalam penulisan karya tulis ilmiah terdapat dua atura. Yaitu : menggunakan jenis huruf, ukuran, letak yang berbeda dan menggunakan angka latin dan bahasa Arab.

2. Perujukan/Pengutipan Kata atau Kalimat

Dalam melakukan perujukan atau pengutupan dilakukan dengan memakai nama akhir, tahun, dan halaman buku. jika dalam pengutipan terdapat dua atau lebih pengarang. Maka, diakhir kata pengarang pertama dilanjutkan penggunaan kata “dkk”. Jika nama dari pengarang tersebut tidak dicantumkan maka, yang dicantumkan adalah lembaga penerbit yang menerbitkan tulisan atau kalimat tersebut.

Dalam karya ilmiah terjemahan, pengutipan yang dilakukan dengan menyebutkan nama pengarang aslinya. Pengutipan dari sumber yang ditulis dengan pengarang berbeda maka, dicantumkan dalam satu tanda kurung dan dibatasi titik koma (;). Kemudian antara tahun dan nama pengarang tidak diberi tanda koma serta, antara tahun, tanda titik dua, dan nomor halaman tidak diberi jarak.

Contoh cara merujuk kutipan langsung :

Ibrahim (2003:124) Menyimpulkan “Terdapat lebih dari 80,5% potensi di Indonesia dalam penerapan energi terbarukan”.

Sedangkan cara merujuk kutipan tidak langsung :

Jamal (2010:13) tidak menyangka bahwa penerapan energi terbarukan hanya berjalan sekitar 5% dari target tahun lalu.

3. Penulisan Daftar Pustaka

contoh karya tulis ilmiah
contoh karya tulis ilmiah (pixabay.com)

Daftar pustaka pada karya ilmiah ditulis langsung setelah teks berakhir (tidak perlu diganti halaman baru), sedangkan daftar pustaka pada makalah, buku, atau penelitian ditulis dengan berganti halaman baru. Dicetak tebal dan tegak seperti “DAFTAR PUSTAKA”. Unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi :

Daftar dalam penulisan karya tulis ilmiah ditulis secara langsung setelah teks berakhir dengan halamannya tersendiri. Sedangkan, daftar pustaka yang terdapat dalam makalah, Karya ilmiah, ataupun buku dilakukan penulisan dengan judul “DAFTAR PUSTAKA”. Dimana, syarat dalam penulisan daftar pustaka meliputi :

Nama pengarang ditulis dengan urutan : nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik. Tahun terbit. Judul, termasuk subjudul dengan huruf dicetak miring. Tempat penerbitan. Nama penerbit.Contoh penulisan daftar pustaka :

Khasanah (2012). Pembuatan Aplikasi Kontrak TI di Satuan Kerja Teknologi Informasi pada PT Bukit Asam (Persero). Palembang.  Bina Darma Pustaka.

4. Tabel dan Gambar

Sistematika Karya Tulis
Sistematika Karya Tulis (pixabay.com)

Dalam kaidah karya tulis ilmiah menggunakan tabel dalam menampilkan data statistik yang didapatkan dalam proses penelitian. Dalam penggunaan tabel berfungsi untuk menampilkan data dengan urutan serta klasifikasi data yang akan didapatkan titik hasil dalam penelitian. Tabel yang baik dalam menampilkan data penelitian dapat menyampaikan ide dan kaitannya dengan penelitian yang dilakukan secara efektif.

Kemudian, dalam penyajian data berupa grafik, foto, peta, diagram, dan gambar lainnya dapat memvisualisasikan penelitian yang dilakukan. Hal ini bertujuan untuk penelitian yang dilakukan dapat mudah dimengerti oleh pembaca dalam mendeskripsikan dan untuk menampilkan hasil yang signifikan.

Perlu diperhatikan dalam membuat tabel dan gambar perlu memberikan label atau judul. Dengan adanya fungsi label ini akan berfungsi dalam pembuatan daftar gambar dan daftar tabel. Untuk pemberian judul tabel terletak diatas tabel sebelum tabel dipaparkan. Dan pemberian judul pada gambar diberikan dibawah gambar sebelum gambar dipaparkan.

 

3 thoughts on “Sistematika Penulisan Karya Tulis ilmiah”

Leave a Comment